Kabut Asap
Baru-baru ini kabut asap melanda Indonesia, daerah Kalimantan. Masalah lingkungan ini sudah menjadi masalah langganan di Indonesia. Bahkan terjadi hampir setiap tahun saat musim kemarau tiba. Kabut asap tidak hanya berdampak pada negara sendiri, tapi Indonesia juga dicap sebagai daerah pengekspor asap di negara negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.
Kabut asap dapat terjadi oleh beberapa faktor. Umumnya penyebab kabut ini disebabkan oleh ulah tangan manusia, baik disengaja maupun tidak disengaja. Faktor utama yang menyebabkan asap di daerah Kalimantan ini adalah pembersihan lama untuk dijadikan sebagai lahan baru yang dilakukan dengan cara membakar area lahan tersebut. Ditambah dengan keadaan alam di Indonesia yang sedang musim kemarau membuat pasokan air di dalam tanah berkurang, sehingga tanah menjadi kering dan mudah terbakar. Pembakaran lahan tersebut menimbulkan asap tebal, sehingga udara menjadi tercemar dan dapat menimbulkan penyakit.
Untuk orang yang mempunyai penyakit asma, masalah lingkungan ini tentu mempunyai dampak buruk, dia akan mengalami sulit bernafas. Untuk orang yang tidak mempunyai penyakit asma bukan berarti ia tidak akan mendapatkan dampak dari kabut asap. Kabut asap menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan peradangan. Bahkan yang lebih parahnya lagi kabut asap dapat mengakibatkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Asap juga membuat di Bandara Pangsuma, di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dibatalkan pada 15 September 2019. "Penerbangan dibatalkan karena jarak pandang terbatas di Pontianak dan Putussibau". Kata Kepala Bandara Pangsuma. Hery Azari Batubara
Untuk itu kita perlu melindungi diri kita dari dampak negatif kabut asap tersebut dengan cara mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika ingin keluar rumah maka sebaiknya gunakan masker. Untuk menjaga keseimbangan tubuh, perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.